Monolog: Kisah Putih Ombak Pilu Bukan Halangan Yang Tak Dianggap Tawamu Yang Terakhir

Minggu, 01 Januari 2012

Bidadari Kancut Bagian 6 (Akhir)

Sub Judul: Kau Bidadari!
Kancutku sejati!
Ayo, baca cerita sebelumnya:
[Bidadari Kancut Bag. 1] [Bidadari Kancut Bag. 2]
Tahun baru, pacar baru. Itulah yang dimiliki Andi sekarang. Ia gendut bukan sembarang. Ini kejadian yang benar-benar jarang. Aku iri tapi aku senang. Sahabatku tak lagi harus mengenang. Mengenang ketika ia diputuskan oleh mantannya. Tragis memang.

Ia selalu saja memamerkan kemesraannya dihadapanku, ia sama sekali tak terlihat kaku. Tak sepertiku yang belum sama sekali pacaran. Keringatku mengucur bagai membuka keran. Begitu deras hingga membuatku becek. Kuambil sapu tangan dikocek, tapi akhirnya sobek. Aku menggigitnya karena tak tahan melihat tingkah Andi.

“Ricky, ayo bersenang-senang. Ini tahun baru loh.” tiba-tiba Aura menepuk pundakku dari belakang.

Aku histeris, aku kira ia hantu jeruk manis. Rambutnya hitam panjang, membuatku kejang-kejang. Hampir saja aku pingsan. Aku juga hampir mimisan. Aku sungguh terkesan.

“Aura, kau mengejutkanku saja.” aku mengusap dada.

“Festival disekolah kita setahun sekali loh. Ayo, ikut aku.” ia menarik tanganku dengan gampangnya.

Aku serasa terbang walau tak seperti belalang. Kau bunga dan aku kumbang. Aku ingin menyanyikan kau sebuah tembang. Agar hatimu menjadi lapang. Agar aku dapat meraih hatimu dengan gampang. Tetap saja pinggulmu ku pandang. Aku terlihat girang tapi aku bukan berhidung belang.

“Aura, kau tampaknya begitu senang hari ini.” aku mencoba melepaskan tangannya.

“Iya. Sangat senang. Lihat temanmu Andi saja girang banget hari ini. Sama Tirani kan dia?” jawabnya sambil tertawa.

Festival yang indah, senyumku indah merekah. Bahkan hingga sore tiba. Inilah yang aku damba. Aku benar-benar bukan babu hari ini. Aku lebih senang yang begini. Aura terkasih, bukan aura kasih. Terima kasih.

Senja ini begitu khidmat, sampai festival selesai dihelat. Sinar mentari mulai bersembunyi, semua orang mulai kembali dan disini semakin sunyi. Ini kesempatan terakhir yang aku punya. Sebelum terlambat. Ini saat yang tepat.

“Aura, mau ketaman lagi gak. Mumpung hari ini kau pulang hingga larut malam.” aku mengajaknya lalu tersenyum.

“Ayo mengapa nggak. Aku juga mau lihat sunset.” ia setuju.

Kami pun berjalan, pelan. Kami cukup santai, karena aku ingin membantai. Aku tak ingin mencuri kancutnya, tapi hatinya. Aku sudah siap akan segalanya. Jika ia tak suka, aku rela kehilangannya. Hidup adalah pengorbanan. Hidup adalah pilihan. Aku berani.

Kembali pada rumput ilalang, berdua, hanya kami berdua. Hingga aku memulai kata-kata. Sedikit terbata-bata.

Aku berlutut dan bersimpuh. “Aura, apakah aku ini bagimu?” tanyaku beriring senyum.

“Maksudmu?" balasnya bingung.

“Aku mencintaimu. Sungguh. Sepenuh hatiku. Tanpa ragu.” jelasku singkat.

Aku memegang tangannya, ia terlihat gugup. “Ka..mu? Aku..? Cinta?” ia masih tak percaya.

“Iya. Sungguh.” pastiku.

“Baiklah, sebenarnya sejak aku pertama kali melihatmu, aku juga jatuh hati. Kamu terlihat begitu polos dan aku suka itu. Tak seperti yang lain ketika menggodaku.Kau benar-benar dapat membuatku tersenyum.” jelasnya.

“Kau menerimaku?” aku memastikan lagi.

“Sepenuh hati. Seperti aku mencintai diriku sendiri. Begitu pula aku denganmu.” ia kembali tersenyum.

Aku gembira. Hatiku serasa ingin meledak. Kamipun duduk dipadang ilalang dan menikmati mentari yang terbenam. Yang ikut bahagia melihat kami berdua. Suara jangkrik yang mulai terdengar menambah keromantisan ini. Mereka seakan berlomba menyoraki kami. Indah.

“Aura, aku punya sebuah puisi. Khusus untukmu.” aku melihatnya lalu mendekap tangannya didadaku. Ia terlihat gembira. Terlihat dengan raut mukanya yang merona. Memerah. Seperti aku pertama kali melihatnya. Benar-benar indah.


Indah bidadari terbang menari
Bagai tembang mengalun merdu
Kita bersama senyum mentari
Dalam rindu yang syahdu

Bagai bidadari bersayap kancut
Sungguh cinta, hatiku seakan lucut
Berdenyut, berdetak dan berdegup
Senyummu yang membuatku sanggup

Bersama dalam kesunyian
Hanya berdua, selalu berdua
Nada cinta dalam denyutan
Bersimponi dengan tawa

“Selamat tahun baru, Aura.” aku tersenyum lalu memberinya bunga. Ia pun tersenyum. Ku cumbui keningnya, ia merangkulku dalam keheningan cinta. Kali ini aku benar-benar berpelukan dengannya. Benar-benar nyata. Terdengar sayup-sayup tepukkan tangan, dari kejauhan. Kami melepas sejenak dan mencari, dimana asal suara itu. Andi muncul bersama Tirani. Menghampiri aku dan Aura. Kami bahagia. Akhirnya kami berempat menikmati mentari, hingga kami menutup hari. Walau sayap bidadari itu belum kupandang, namunku senang. Ia tetap menjadi Bidadariku yang terkancut!, dan aku memandang bintang yang bertaburan dilangit. Indah. Sungguh Indah.

TAMAT

(Cerbung Bidadari Kancut dan puisi Bersama Dalam Sunyi karya BasithKA)
Dilarang menyebarluaskan cerbung dan puisi ini tanpa persetujuan penulis, hak cipta dilindungi undang-undang

SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYA ^_^
Semoga cerbung ini dapat membuat kalian tersenyum. Sambut tahun baru dengan tawa, insyaAllah kita 'kan bahagia!

best regards,

Basith Kuncoro Adji


Bagikan Artikel di:

32 komentar:

  1. kenapa akhirnya agak gantung buatku ya? okelah kak, nice kok.. selamat buat yg merayakan ^_^

    BalasHapus
  2. @F u n y Gantung? hehehe Ya gitu deh :p Selamat tahun baru buat yg merayakan ;)

    BalasHapus
  3. bwwwaaaaaaaaaaa.. endingnya sweet abiiiiisss !!!
    kece nih cerbungnya bang basit :3 gak sia2 juga ngikutin dr bagian 1 xD

    anyway, itu, "sad piano"-nya gak cocok bang sama endingnya. kan endingnya happy, kenapa backsound-nya mellow ? :3

    BalasHapus
  4. @Dika Arianti Lestari Hehehe ^_^ Karena ini genre komedi, kan perubahannya drastis langsung ke romantis, jadi aku pake backsound mellow biar feelnya dapet hehehe

    BalasHapus
  5. akhirnya tamat juga dan happy ending....

    met tahun baru ya dek.... semoga tahun ini akan lebih baik dari tahun2 sebelumnya yaaa.... amin.

    BalasHapus
  6. Happy ending juga akhirnya setelah belok-belok. Btw pas tuh tanggal jadiannya sebelas duabelas (1-1-12) ;)

    BalasHapus
  7. @Aulia Rohadatul Aisy Hehehe.. kalo kita menyambut 2011, baru keren, 1111 :P

    BalasHapus
  8. salam kenal ya bro :D


    http://dwikiammar.blogspot.com/2011/12/2012.html

    BalasHapus
  9. @My Name Ammar salam kenal juga :) sebenarnya tak perlu tebar link bang :) pasti saya kunjungi balik kok kalau ada yg komentar ^_^

    BalasHapus
  10. prikitiiw...:D
    kalo dilanjutkan ceritanya bakal timbul gag enaknya pacaran tuh :P

    BalasHapus
  11. happy ending.. padahal aku berharap sad ending.. *ehh.. haha.. :D

    BalasHapus
  12. @Syifa Azz Naaah... bisa juga tuh hahaha :))

    BalasHapus
  13. @Erlangga Kusumawijaya Hahaha.. maunya ricky terus dibully gitu mas? =))

    BalasHapus
  14. Ini harapan ya Bas? :P
    Selamat tahun baru ^^

    BalasHapus
  15. @Untje van Wiebs Huahuahauhua.. Iya, sebagai anak muda yg masih single, aku berharap juga dapet pendamping ~(^_^)~

    BalasHapus
  16. iih bagus banget cerbungnya. aku aja belon tentu mampu membuatnya :p
    batewe itu kalimat2nya kayak pantun semuanya yah bg. hehe oke . makin giat menulis yah bg :* (kecium tanpa sadar, kancutnya) haha

    BalasHapus
  17. selamat tahun baru juga smoga karya2mu lebih inspiratif dan motivatif lagi,atw kelak buat film sendiri...?siapa tau :)

    BalasHapus
  18. Wihihihiiii...
    ujungnya agak so sweet yaa...

    Gak nyangka yaa situ bisa romantis juga bass...
    kirain bisa nya horor doang kayak senyum nya itu tuhh...
    wkwk

    *kabur...*

    BalasHapus
  19. Selamat tahun baru, semoga tambah semangat, tambah baik lagi, tambah banyak jumlah cerpennya hehe

    BalasHapus
  20. wah akhirnya puisinya bang basith keluar lagiiiiiii,,,,, XD

    BalasHapus
  21. @Bepbep Hihihi.. aku jadi terharu :) Ya, memang sengaja dibuat banyak rimanya hehehe :*

    BalasHapus
  22. @al kahfi Waaah... Amin, semoga saja mas ^_^ makasih doanya ;)

    BalasHapus
  23. @AuL Howler Maksudnya senyumku mirip voldemort gitu bang aul? huahahaha... *tabok bang aul*

    BalasHapus
  24. happy ending tapi kayaknya gampang betul nyatain cintanya sist..:p

    BalasHapus
  25. @Siluman Capung Ya, karena si Aura memang sudah suka dengan Ricky sejak awal bertemu :)

    BalasHapus
  26. walau hepi ending, ada yang mau jadi bidadari kancut gak? wkwkwkwk

    BalasHapus
  27. tek tek...
    baru baca endingnya ^^

    BalasHapus
  28. @jiah al jafara Wehehehe~ syukurlah, daripada tidak sama sekali ;)

    BalasHapus

Komentar tidak melalui seleksi apapun. Jadi, ayo berkomentar! Tapi yang beretika yah. Terima kasih untuk tidak jadi Spammer. ^_^

newer posts older posts back home