Monolog: Kisah Putih Ombak Pilu Bukan Halangan Yang Tak Dianggap Tawamu Yang Terakhir

Sabtu, 28 Januari 2012

Dalam Sejuknya Rembulan

Diantara angin malam yang menusuk sanubari, juga sejuk rembulan sebagai sahabat penutup hari, disitu aku bertirakat dalam gelap separuh bumi. Bersujud dalam puing-puing asa. Membangun kedinamisan hidup dengan menggoreskan warna, menghangatkan tubuh dengan diksi-diksi indah ciptaanNya. Aku mencintainya. Apa yang aku miliki dan dapati. Bukan karena wujud hawa yang biasa meronta lemahnya,  namun lantaran menjamah kebahagiaan yang sejati. Ini yang teristimewa dariNya.



Aku memang tak kuasa menggores guratan wajah, tak mampu jua menjangkau tiga oktaf suara, tapi aku melukiskannya dalam kata-kata. Merangkainya dalam balutan indah penyejuk jiwa, menuntun hati yang menunduk menjadi jawara. Aku tidak rendah, aku memiliki akidah dalam melangkah.

"Lalu, mengapa kau terlena dalam rangkaian kata?"

"Aku? Kau bertanya padaku?"

"Ya!"

"Aku makhluk berakal yang berupaya, dengan susunan kata aku mencurahkan semua, dalam ketenangan jiwa aku meraih tawa, melalui tulisan aku menapaki langkah."

"Hanya itu, aku belum puas?!"

"Tepat! Kita sama!"

"Maksudmu?"

"Sejatinya aku belum puas dengan apa yang kumiliki, karena aku belum memberi dampak pasti yang hakiki."

"Ya, dan?"

"Hatiku selalu memaki akan ungkapan "mungkinkah?". Yang kupikir adalah yang menjadi nyata, keyakinanku akan tetap beserta. Aku percaya."

Dialog yang selalu terlaksana berulang kali dan juga sekarang. Lagi. Diantara aku dan ia, lalu menjadi mereka. Menjalin kisah monoton saat aku berjumpa pada tatap pertama, mendekati bayangan nyata dalam maya. Biarlah. Semoga ini menjawab semua. Inilah motivasiku dalam sejuknya rembulan kala merangkai diksi ambigu yang dimengerti segelintir orang.

*****
PR dari Mbak Meutia dan Mbak Aisa mengenai 
"Mengapa saya menulis?"

Bagikan Artikel di:

37 komentar:

  1. Balasan
    1. Iya, apa yg kita tulis sebagian besar merepresentasikan perasaan sang penulis tsb. :)

      Hapus
  2. karena apa yang saya tulis adalah cerminan dari diri kita

    BalasHapus
  3. karena nulis buat gue itu cita cita , butuh perjuangan buat nulis sesuatu dan banyak yang kita korbanin, tapi lihat nanti apa yang kita hasilkan . sebuah tulisan yang bagus dan indah, itu intinya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini mengenai passion :D juga tersirat dalam posting ini ^_^ Bagus bisa mengambil maksudku bang langi :D

      Hapus
  4. sebenarnya bloggr itu menulis atau mengetik XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejatinya mengetik itu adalah menulis digital mas :)

      Hapus
  5. pertanyaannya simpel, jawabnya agak berat yah? :P

    hehehe...

    salam kenal yah.... :D

    kunjungan perdana ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sepertinya :p salam kenal trims ;)

      Hapus
  6. Menulis itu teman paling sempurna, meskipun tidak berbicara :D

    BalasHapus
  7. berkunjung,,wow PR nya sukses dikerjakan dengan satu postingan yg bagus :) makasih basith lewat postingan ini saya jadi tau alasan knp kamu menulis..seperti kata mu : "aku makhluk berakal berupaya, dengan susunan kata aku mencurahkan semua, lewat tulisan aku menapaki langkah " ...tulisan mu mencerminkan seperti apa dirimu sebenarnya...good job A+ untuk PR ......syukran katsiran yo.

    BalasHapus
  8. Menulis sebagai jejak peradapan kehidupan . :)

    BalasHapus
  9. menulislah.. maka kau akan hidup selamanya :)

    BalasHapus
  10. menulislah maka kau akan membuat sejarah tentang dirimu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali bang, aku setuju ^_^

      Hapus
  11. Aku nggak paham Sith, baca beginian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya terpaku dalam alasan mengapa kita menulis kok Una :D Kalimat ambigu perlu ditelaah secara logis ;)

      Hapus
  12. mengapa saya menulis yaaa??? *mikir sampe besok*

    BalasHapus
  13. teruslah menulisss... :)
    yirumaa.. sy jg sukaaa lagunyaaa.. ^__^

    BalasHapus
  14. post nya seperti kata2 pujangga,,,,,good luck

    BalasHapus
  15. maaf baru berkunjung lagi, suntuk akan kemerautan ini membuaku menyerah untuk berhenti dalam kebosanan. tapi kini kembali lagi...

    Basith, so sweet ^_^
    aku suka tulisan ini. tulisan acak dengen keteraturan bermakna. kamu ahlinya :)

    BalasHapus
  16. menulislah.... karena hidup harus meninggalkan jejak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... promosi tagline nih yeee :p

      Hapus
  17. menulis... menulis... dan menulis... meski satu kata ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi satu kata, mungkin lebih tepat satu makna :D

      Hapus
  18. Aku menulis karena tidak bisa menonton tutur tinular... -__-

    BalasHapus

Komentar tidak melalui seleksi apapun. Jadi, ayo berkomentar! Tapi yang beretika yah. Terima kasih untuk tidak jadi Spammer. ^_^

newer posts older posts back home