Monolog: Kisah Putih Ombak Pilu Bukan Halangan Yang Tak Dianggap Tawamu Yang Terakhir

Jumat, 16 Desember 2011

Another Day Bagian 3

Sub Judul: Dimana aku?
Baca sebelumnya:
[Another Day Bag.1]
[Another Day Bag.2]

Kembali sunyi. Ya, segalanya seakan bersembunyi. Mentari pagi tak menyilaukan, tak terdengar kepakkan ayam jantan. Apa semuanya masih tertidur? Apakah mungkin? 

Entahlah. Kupandangi jam pada telepon genggam. Ternyata sudah enam jam lamanya ku terpejam. Pantas saja, sekarang masih pukul empat pagi.

Bergegas, ku bersiap. Aku ingin menjemput Nisa pergi kuliah. Aku sudah tak sabar. Terlebih aku merasa, hari ini sangatlah spesial. Ingatanku akan kemarin kembali datang, sungguh, hari itu akan s'lalu kukenang. Dilubuk hati terdalam.  Mempesona bagaikan sepucuk bunga yang merona. Sungguh indah.

Sedikit waktu santai, kugunakan 'tuk duduk diatas lantai. Diatas sebuah kursi, berteman secangkir kopi. Imajinasiku melanglang buana, kesana, jauh kesana. Aku tersenyum membayangkan Nisa. Semuanya. Semua tentang Nisa membuatku bahagia.

(Backsound play!)

"Haaah?! Ada apa ini?" aku terkejut sesampainya dirumah Nisa.

Semua bepakaian gelap, tak terlihat seorang pun berbusana gemerlap. Aku bingung. Terpaku diam, terhenyak sejenak dikeheningan kelam.

"Kenapa semuanya berbaju hitam, bi?" tanyaku pada bibi yang membuka pintu rumah Nisa.

"Loh, mas Dimas. Kamu kan pacarnya non Nisa." balasnya datar.

"Iya, bi. Memangnya kenapa?" aku semakin bingung.

"Silakan masuk, mas. Kamu bisa lihat sendiri." jawabnya sambil menundukkan kepala.

Terlihat seorang wanita berbaring dengan wajah tersenyum. Aku semakin bingung. Ku dekati, perlahan namun pasti. Ku pandangi wanita itu yang terpejam ramah, aku mengenal wajahnya, seketika aku berlari keluar rumah. Berlinang air mata.

"Tidaaaaaaaaak! Mengapa Engkau berikan anugrah kepada hambamu yang sama sekali tak diharapkan." teriakku sekencang-kencangnya.

Datang seseorang dan mencoba menenangkanku. Ia ayahnya Nisa. Sosok yang sudah ku anggap sebagai orang tuaku sendiri.  Orang yang ku hormati. Orang yang ku segani.

"Dimas, maaf kalau ayah gak beri tahu kamu." ujarnya tenang.

"Tapi kenapa, yah?" balasku histeris.

"Ayah tahu kalau kalian saling cinta. Nisa berpesan untuk tidak memberitahu kamu. Sekali lagi maafkan ayah." jelasnya.

"Tapi aku... aku..." jawabku terbata-bata.

"Ia juga berpesan, suruh Dimas buka kotak hadiahnya semalam."

"Apa?" aku bergegas mengambil kotaknya, dimana terdapat surat juga didalamnya.


o-----------------o
Dear Dimas,
Sudah hampir 5 tahun kita bersama. Ya, hampir lima tahun. Senin depan adalah hari jadi kita dan hari ini adalah hari terspesial bagimu. Sebenarnya aku tak ingin ini menjadi hadiah terakhirku untukmu. Tapi, jaga baik-baik yah. Anggap saja ini adalah hatiku yang kuberikan untukmu.
Maaf karena tak memberitahumu. Aku sayang kamu. Aku harap kita bisa bertemu lagi.

Nisa
o-----------------o

Seketika aku menangis, aku meringis bagaikan seribu pedang menusukku, mengoyakku, menghancurkan hatiku. Pedih. Aku sangat sedih. Hatiku sakit. Tak sanggup bangkit. Harapku kita bersama selamanya seakan pupus. "Tuhan, berikan aku hari yang lain untuk tetap bersamanya!" ujarku lemas. Tiba-tiba aku tergeletak dengan seonggok harapan. Bersamamu. Ya, bersamamu, Nisa.

Tak berselang lama, kudengar sayup-sayup suara. Sepertinya sebuah nyanyian. Apakah aku disurga? Tapi, semuanya gelap, pandanganku kabur, aku yakin aku tak sedang terlelap. Hitam. Kelam. Apakah aku dineraka? Aarghh! hatiku memberontak.


Bersambung...


Bagikan Artikel di:

42 komentar:

  1. dasar sicumcum -_-
    satu yg aku bingungin,kok ada org tau kalo dirinya mau pergi :3
    entahlah aku lihat aja bagian selanjutnyaa :p

    BalasHapus
  2. @Rusydina Tamimi ♥ Naah! Itu dia yang jadi misterinya, dibagian selanjutnya bakalan ketahuan ;)

    BalasHapus
  3. @Amirahma Dea Guntoro Hehehe.. Iya, kita lihat kelanjutannya "nanti" hahaha^_^

    BalasHapus
  4. ooo... Mungkin pas dimas tergeletak,orang serumah matiin lampu kali... Mau kasih kejutan... Hehehe, udah kebongkar ceritamu bro *ketawa miska cinta fitri*

    BalasHapus
  5. @RyanF Muahuahuahua.. matiin lampu? ngasi kejutan? Gak segampang itu ceritanya bang ryan ~(^_^)~

    BalasHapus
  6. lagiiii..lagiii...lagiii...
    ayo lanjutkaaann...^^

    BalasHapus
  7. GREGETAN, ngasi ceritanya pelit banget >,<! akakakak. lanjutkan atau mati? #loh

    BalasHapus
  8. si nisa sakit?ahhhh,penasaraaaaaaan.

    BalasHapus
  9. kalo Nisa nya aja yang hidup lagi gimana? xP

    BalasHapus
  10. Ini kok tiba-tiba udah mati aja nisanya.
    Hmmm...

    BalasHapus
  11. @Mega Shofani Muahahah.. serem amat ngancamnya ^_^ Iya, dilanjutkan kok ;)

    BalasHapus
  12. @Untje van Wiebs Di bagian selanjutnya bakalan ketahuan semuanya, una. ^_^ *ngasi bocoran*

    BalasHapus
  13. @Syifa Azz Hahaha... kita lihat aja nanti ~(^_^)~

    BalasHapus
  14. apakah dia kena penyakit ?? tapi penyakit apa ?? :O next ya ditunggu.. ini gue baca nya lumayan merinding -.-"

    BalasHapus
  15. @aaayik Hehehe... kena penyakit gak yah ~(^_^)~ Kita liat ntar malam lanjutannya :D

    BalasHapus
  16. haduh langsung baca bagian 3, yg 1 dan 2 aja belum, haha

    BalasHapus
  17. @tian Hahaha.. Dibaca juga dong yang sebelumnya :3

    BalasHapus
  18. Nisa berpesan untuk tidak memberi tahumu. si Nisa nya kok kayak udah tau klo dia besok mati? duh, mungkin aku belum baca cerita sebelumnya kali ya? wokeh dech lanjutkan! ditunggu surprise-nya :D

    BalasHapus
  19. hiksss nisaa mengapa kau pergi secepat itu ?
    utang somay mu belum di bayar :'(

    iya kok nisa langsung mati aja. dan bisa tau gt besok udh mati. penasaran gue
    -___-


    di tunggu ya selanjutnya bang pangsit ehh basith

    BalasHapus
  20. Lanjuttt donggggggggg......... hheeehe

    BalasHapus
  21. kalo dimas nya juga mati berarti romeo n juliet punya saingan donk,

    *nyambung gk sih?

    BalasHapus
  22. seperti yg kuduga kemarin, sad ending 'kan :D

    BalasHapus
  23. i love piano, jd pengenin mainin lagunya :)

    BalasHapus
  24. @Shine Hehehe.. itulah misterinya ~(^_^)~ ntar di bagian selanjutnya akan ketahuan :P

    BalasHapus
  25. @Cacing Monsters Hahaha... Kita liat aja di bagian selanjutnya :p

    BalasHapus
  26. @gunawan Hahaha.. alhamdulillah banget kalo cerita amatirku bisa menyaingi romeo dan juliet :p

    BalasHapus
  27. @Ario Antoko Sad ending? Iya gak yah... kita lihat aja selanjutnya :p

    BalasHapus
  28. @F u n y Itu piano duet dengan biola kan? :P

    BalasHapus
  29. Mau nangis gajadi gara2 penasaran -_-
    Kayanya mati deh ya, eh masa mati nanti malah udahan-_-
    Dtnggu lanjutannya bang.

    BalasHapus
  30. @Rizki M Ridwan Situmorang Hahaha.. gak jadi nangis gara2 penasaran, ngakak aku bacanya :P Kita liat aja selanjutnya ^_^

    BalasHapus
  31. perasaan gue komen disini kenapa gak ada -______-"

    BalasHapus
  32. @F u n y Ada itu diatas funy ^_^ Gak keliatan karena ketutup komentar yg lain kali ehehe :D

    BalasHapus
  33. Nisanya mati ya, basith? *penasaran

    BalasHapus
  34. @Ila Rizky Nidiana Baca selanjutnya saja biar tahu hehehe :)

    BalasHapus

Komentar tidak melalui seleksi apapun. Jadi, ayo berkomentar! Tapi yang beretika yah. Terima kasih untuk tidak jadi Spammer. ^_^

newer posts older posts back home