Monolog: Kisah Putih Ombak Pilu Bukan Halangan Yang Tak Dianggap Tawamu Yang Terakhir

Kamis, 15 Desember 2011

Another Day Bagian 2

Sub Judul: Dimalamku, didalam hatiku!
Baca sebelumnya:
[Another Day Bag. 1]

Terlihat Nisa duduk manis, disana, ya diatas kursi usang bermemori cinta. Kursi yang menjadi saksi janji kita. Kita berdua. Taman yang indah dengan danau mungil didekatnya. Aku senang ia sudah disana.

"Niiisaaaa!" teriakku sambil berlari.

Kuhentikan langkah dan kutatap matanya. Aku rindu, rasanya ingin berbulan madu walau kita belum beratap satu. Hatiku berdegup tak karuan. Sejenak kami beku dalam pandangan. Ia hanya tersenyum. Sungguh harum. Entah apa yang harus kulakukan, hanya tepaku dikeheningan, hingga ia memulai percakapan.

"Aku udah sejam lebih loh disini, mas." ujarnya sambil tersenyum.

"Haah?! Yang benar saja? Kenapa?" jawabku heran dan terkejut.

"Heem... Nggak papa sih, hanya ingin duluan aja. Kan biasanya kamu yang selalu duluan. Kali ini gantian dong." ujarnya santai.

"Oh, oke deh. Ada apa nih? Ada film baru yang mau ditonton sama-sama yah?" balasku.

(Backsound di putar!)

Ku peluk erat dirinya, ingin ku cumbui hatinya. Bagaikan indah khayangan tak lagi berupa bayangan. Terlebih, hatiku tak lagi hampa. Seperti biasa, seperti kita biasa berjumpa. Entahlah. Yang kupikir hanya kau semata. Sekali lagi, semua orang melihatku, semuanya memperhatikanku.

"Yaudah, yuk pergi senang-senang hari ini." cobanya untuk melepas pelukanku.

Taman bermain tujuan pertama kami. Bianglala merupakan favorit kami. Memang indah, kami dapat melihat cakrawala bersama. Hanya kami berdua. Berlanjut dengan kereta sang penantang adrenalin, teriak kami bak seorang yang pucat dingin. Berbelanja, betul, kaum hawa memang senang dibelai manja. Ditutup dengan makan bersama. Sungguh. Sekarang hatiku lega.

"Bentar nis, dimulutmu ada sesuatu." ujarku sambil mengelap mulutnya yg mungil itu menggunakan tisu.

"Oh. hehe..." tawanya merona.

"Yap. Udah." balasku tersenyum.

Untuk kesekian kalinya,  terukir memori indah kita berdua. Kita bersama. Kurasa cinta kami kan lama, kan abadi selamanya. Sampai akhir didepan rumahnya, tergenggam sebuah kotak mungil bersamanya. Pipiku memerah terkena kecupan manjanya.

"Bukanya besok yah!" ujarnya menghadiahkan kotak mungil itu.

"Kenapa?" tanyaku bingung.

"Biar kamu jadi penasaran." jawabnya sambil tertawa lantang.

"Jiaaah... okedeh, yang." lanjutku sambil menjulurkan lidah.

Hari indah kututup tetap mempesona, berteman seorang cinta, sungguh tak dapat lagi berkata-kata. Walau penasaran tetap didada, namun bayangmu kan tetap ada. Ingin kau s'lalu bersamaku. Di malamku. Di dalam hatiku.

Bersambung...



Bagikan Artikel di:

47 komentar:

  1. @Untje van Wiebs Muahuahua... Iya, sama kalian semuanya ~(^_^)~ Kalo utk seorang wanita, blm una, masih menikmati masa2 single ini *alibi* ^_^

    BalasHapus
  2. "Niiisaaaa!" teriakku sambil berlari. <--- ini bukan efek nonton Indosiar kan bash? bukan efek bollywood juga kan? wkakakak :D overall aku suka bahasanya! cerdas. bahasanya aku banget deh. you know lah :D hahahaha

    BalasHapus
  3. @Mega Shofani Huahuahuahaha ~(^_^)~ Eh, Iya yah, kedengaran efek2 Indosiar dan Bollywood gitu... Tapi setidaknya gak sambil merentangkan tangan, dan setelah ketemu, si cewek nggak langsung mutar2 hahaha ^_^v
    Makasih yah ^_^

    BalasHapus
  4. isi kotaknya???? 'Aku ingin sendiri...' #praaaank

    BalasHapus
  5. @F u n y Gubraaak~ huahaha... sesuatu banget deh bisa mikir kayak gitu ~(^_^)~

    BalasHapus
  6. hehehe kan iseng doang kak

    BalasHapus
  7. @F u n y Hehehe.. makasih deh atas pemikirannya :p

    BalasHapus
  8. eits awas ah jangan mikir2 pengen bulan madu duluan :P

    BalasHapus
  9. @Syifa Azz Hahaha... bulan madu itu sebenarnya ngapain sih? *muka polos* :P

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. dasar kau sith! bikin penasaran!
    haha
    isinya itu kunci rumah ya ? eh ?
    -_-
    btw, kamu punya bakat nulis looh, penggunaan kata2mu, pas bangetttt :)

    BalasHapus
  12. @Rusydina Tamimi ♥ Muehuehue *goyang gayung* ~(^_^)~
    Eh, juncu rumah? apaan tuh.. kunci rumah kah? hahaha... iya gak yaah~ :p
    Makasih nekmut ^_^

    BalasHapus
  13. beuh.. fiksi apa fakta nih..? :D
    ditunggu kelanjutannya *sambil buka bag.1*

    eh, backsoundnya nambah berat loading..

    BalasHapus
  14. @Andy Online Fiksi kok bang andy ^_^ Oke, siap! :D
    Ya, gak apalah sedikit berat blognya, yg penting isinya menggugah #eh :3

    BalasHapus
  15. ditunggu kelanjutannya! ^^

    salam kenal, Mas... ^^

    BalasHapus
  16. @Adittya Regas Nggak juga tuh hahaha ~(^_^)~ Aku kan sukanya sama kalian semua, para readers ;) *kok terdengar mau polygami -_-*

    BalasHapus
  17. Iyaaaaaah so sweet, jadi pengen punya pacar kaya dimas muehehehehe.
    Ooya, jadi senyumnya Nisa itu harum ya hehehehe.

    BalasHapus
  18. @Inggit Inggit Semut Hihihi... ibarat RA Kartini, namanya aja harum.. nah, kenapa senyuman gak bisa harum, sekalian sesuaikan rima biar enak dibaca hehehe :P

    BalasHapus
  19. nisaaaaaaa ! *slow motion*
    *kesandung batu*
    *dimas jatuh*
    *mimisan*
    *cerita bubar*

    huehuheue

    di tunggu kelanjutannya basith :)

    BalasHapus
  20. @Cacing Monsters Hahaha.. itu sih terlalu didramatisir bang cacing :p Oke ;)

    BalasHapus
  21. waaaahh.,basith pinter bikin cerpen ya! seperti bercerita sambil berpuisi. ditunggu postingan selanjutnya. ^^

    BalasHapus
  22. oh jadi ini fiksi toh? cerita bersambung? wah..wah, Basith selain piawai bikin puisi jg pinter bikin fiksi. Salut deh...

    BalasHapus
  23. romantis amat sih. hi hi hi...jadi iri..

    BalasHapus
  24. Walau penasaran tetap didada, namun bayangmu kan tetap ada. *hemmm...*

    BalasHapus
  25. iya cum, maksudnya kunci rumah. maklum virus typo merajalela -_-

    BalasHapus
  26. sweet bkin kangen aku ma pacar nih :D

    BalasHapus
  27. kok feelingku bilang akhirnya akan sedih?

    BalasHapus
  28. Bikin penasaran aja ne cerita,apa perlu saya lanjutin ceritanya?mantap dah cetitanya,btw ditunggu crita berikutnya,btw balas ya komentar digubuk saya juga,

    BalasHapus
  29. @alaika abdullah Iya cerita bersambung mbak alaika ^_^ makasih :)

    BalasHapus
  30. @Sang Cerpenis bercerita Waah.. ratu cerpen ada komentar disini, jadi terharu nih, makasih mbak fanny :D

    BalasHapus
  31. @Rusydina Tamimi ♥ Itu sih bukan typo lagi, juncu dan kunci, gak ada mirip2nya hahaha :p it's okay nekmut ;)

    BalasHapus
  32. @Zh!nTho Wah punya pacar yah, aku justru masih single ~(^_^)~ *gak mau bilang jomblo ah*

    BalasHapus
  33. Pasti isinya kotaknya berupa gumpalan upil yang mengeras.. :D
    So sweet banget nih postingannya,.

    BalasHapus
  34. @Feby Oktarista Andriawan Kalo upil mengeras, ntar air mataku mengalir deras *baca: terharu* hahaha Yaa~ begitulah bang feb, aku kan sukanya dengan yg manis2 :3

    BalasHapus
  35. ini... cerbungnya bisa kalahin sinetron cinta fitri kayaknya ni...

    berapa episode nii basith??? huhahahaa

    BalasHapus
  36. @Ikbal Rizki Muahuahauhua... cinta fitri mah kepanjangan :P kita liat aja nanti ;) kalo disebut kalian gak penasaran lg :3

    BalasHapus
  37. si nisa kalo makan cemot ya :D hehehe

    BalasHapus
  38. @Ila Rizky Nidiana Hahaha.. aku juga ngakak baca komennya, terlalu di dramatisir :P

    BalasHapus

Komentar tidak melalui seleksi apapun. Jadi, ayo berkomentar! Tapi yang beretika yah. Terima kasih untuk tidak jadi Spammer. ^_^

newer posts older posts back home