Monolog: Kisah Putih Ombak Pilu Bukan Halangan Yang Tak Dianggap Tawamu Yang Terakhir

Minggu, 08 April 2012

Yang Tak Dianggap

Flower after rain.
Selaksa ribuan makna dalam bingkaian frasa indah. Tentang sepucuk bunga dan melodi hujan yang mengiringinya. Tidakkah kau tahu akan hal itu? Tentang sebuah pengorbanan yang tak kau kenal, dan mungkin tak akan pernah. Disinilah aku menjelma menjadi tetes hujan yang tegar. Aku yang menghujam tanah, riuh terpecah, dan menyerap di antara lembaran mahkota milikmu, bunga. Kau yang membutuhkanku untuk terus mempertahankan citra mekarmu. Namun, pernahkah kau sadar bahwa aku ada di balik rintik hujan itu? Ya, aku hanya setetes air diantara banyaknya yang tak pernah kau perhatikan.

Minggu, 01 April 2012

Kenangan Ajaib?

Memories.
Sebuah cerpen "kompilasi bersambung" bersama Andaka R. Pramadya. Silakan baca:

Part 1: Mentari Saksi Misteri!
Part 2: Setengah Malaikat

Aku menyulam rasa dibalik tunduk pasrahku. Membayang lekukan sabit yang menggantung indah di cakrawala. Tepat, itulah senyuman yang kini telah tiada. Aku tak lagi dapat menjumpainya. Tatap kepedihan ini terlukis jelas di iris mataku. Segala frasa mengalir lirih mengharap nostalgia bersama jutaan tawa. Nihil. Rasanya ingin sekali ku menghentikan waktu, atau mungkin memutarnya kembali hanya untuk menyentuh bibir manismu.

Terkadang desiran angin mengantar tidurku, sepoinya mengukir namamu, dan sejuknya menyadarkanku -- tentang dirimu. Aku tahu semua terlambat. Namun, apakah aku salah jika mengenangmu? Sekali saja. Cukup sekali setiap aku memulai hampanya dunia. Entahlah. Walau kau tak pernah membalas pertanyaan ini, aku tetap bersikeras bahwa kau selalu ada di relung hatiku.

Kamis, 22 Maret 2012

Merenung Seksi?

Sang rembulan pasrah menatap mentari, mengapa begitu banyak sinar yang harus direfleksi? Nah! Satu kalimat yang bisa menghasilkan banyak interpretasi. Kalau diibaratkan sih, gue adalah sang rembulan. Hanya bisa pasrah mengerjakan sesuatu yang memang tugasnya. Lalu, siapa sang mentari? Ialah beban. Well, itulah sebabnya bulan ini gue gak bisa posting banyak di blog.  Hehehe. Sedikit intermezzo nih, bulan ini gue banyak sekali ulangan, dan sebagai pelajar gue harus belajar, dong? So, this is life! ^_^

Anyway, hari ini gue gak nulis sastra, tapi mau posting gambar! Yihaaaa~ Seperti judulnya, artwork ini gue kasih nama:

"Merenung Seksi"

Eits, pasti imajinasi kalian udah melanglang buana setelah tahu namanya. Gambar ini bukan cowok yang lagi nari pegang pom-pom terus duduk di jamban buat merenung kok. Kalian salah! Hahaha. Jangan juga mikir banci yang pake kerudung lagi kipas-kipas alay. 

Well, ini seorang cewek sekseh nan bahenol yang gue gambar dengan segenap tumpahan hati. Hihihi. Sebenernya ini adalah tugas di mata pelajaran seni, tapi gambar ini juga buat ilustrator kece Mega Shofani. Kita berdua janjian tukaran artwork. Oh ya, ini gambar yang dibuatin Mega a.k.a Yeyen buat gue.

Artwork from Mega Shofani.

Bagus banget, yah? Kira-kira gambar gue layak gak yaaaa~ Lihat aja~
newer posts older posts back home